Resistor
9 Jul 2020
Tulis Komentar
Resistor merupakan komponen Elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik dengan resistansi tertentu.
Resistor dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding lurus dengan arus yang mengalir berdasarkan hukum Ohm.
Resistor dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding lurus dengan arus yang mengalir berdasarkan hukum Ohm.
Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan.
Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat resistansi kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel kromium.
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan.
Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik noise, dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu.
Ukuran dan letak kaki bergantung pada pop desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat resistansi kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel kromium.
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan.
Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik noise, dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu.
Ukuran dan letak kaki bergantung pada pop desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
Jenis-jenis Resistor.
Dilihat dari fungsinya, resistor dapat dibagi menjadi:
- Resistor tetap (Fixed), Resistor yang nilai hambatannya tetap tidak bisa berubah-ubah.
- Resistor Variabel, Resistor yang nilai hambatannya tidak tetap, bisa berubah-ubah.
- Resistor Non Linear, Resistor ini tidak linear yakni sistem yang tidak memenuhi prinsip super posisi, atau Resistor yang dipengaruhi oleh yang tidak linear.
1. Resistor tetap (Fixed).
Resistor tetap merupakan resistor yang mempunyai nilai hambatan tetap. Biasanya terbuat dari karbon, kawat atau panduan logam. Pada resistor tetap nilai Resistansi biasanya ditentukan dengan kode warna dan kode Angka Digit, Resistor yang termasuk resistor jenis ini adalah:
- Resistor SMD (Resistor tempel).
- Resistor kawat (Resistor generasi pertama).
- Resistor batang Karbon (Arang).
- Resistor Keramik (Porselen).
- Resistor Film Karbon.
- Resistor Film Metal.
Resistor SMD (Surface Mount Device).
Resistor SMD atau resistor pasang permukaan atau biasa juga disebut dengan resistor tempel penandaan nilai resistansinya dicetak dengan harga numerikdengan dan kode yang mirip dengan kondensator kecil. Resistor toleransi standar ditandai dengan kode tiga digit, dimana dua digit pertama merupakan informasi dua nilai/harga resistansi, dan digit ketiga merupakan pengali (lebih mudahnya adalah merupakan jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi).
Contoh:
- 330 = 33 ohm Bukan 330 ohm.
- 221 = 22 x 10 ohm = 220 ohm.
- 334 = 33 × 10.000 ohm = 330.000 ohm = 330 Kilo Ohm = 330K.
- 222 = 22 × 100 ohm = 2.200 ohm = 2,2 Kilo Ohm = 2.2K = 2K2.
- 473 = 47 × 1.000 ohm = 47.000 ohm = 47Kilo ohm = 47K.
- 105 = 10 × 100.000 ohm = 1000.000 ohm = 1 Mega Ohm = 1M.
Resistansi kurang dari 10 ohm menggunakan (R) untuk menunjukkan dan meletakan titik desimal.
Contoh:
- 4R7 = 4.7 ohm.
- 0R22 = 0.22 ohm.
- 0R01 = 0.01 ohm.
Sedangkan untuk resistor SMD presisi tinggi ditandai dengan kode empat digit, Dimana tiga digit pertama menunjukkan harga resistansi dan digit keempat adalah pengali.
Contoh:
- 1001 = 100 × 10 ohm = 1 kilo ohm.
- 4992 = 499 × 100 ohm = 49,9 kilo ohm = 49K9.
- 1000 = 100 × 1 ohm = 100 ohm.
- 000 atau 0000 = kadang-kadang muncul bebagai harga untuk resistor 0 ohm yang berarti jumper.
Ilustrasi dari Resistor SMD bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Resistor kawat.
- Resistor ini jenis resistor generasi pertama yang lahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube).
- Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar.
- Resistor kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian power karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi.
- Jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenis resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan keramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen.
- Rating daya yang tersedia untuk resistor jenis ini adalah Dalam ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt.
Ilustrasi dari resistor kawat dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Resistor batang Karbon (Arang).
- Pada awalnya, resistor ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang dan pembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna.
- Jenis resistor ini juga merupakan jenis resistor generasi awal setelah adanya resistor kawat.
- Sekarang sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian-rangkaian elektronika.
Ilustrasi dari resistor Arang Karbon dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Resistor Keramik atau Porselen.
- Resistor ini terbuat dari bahan keramik yang dilapisi dengan kaca tipis, Jenis resistor ini telah banyak digunakan dalam rangkaian elektronika saat ini karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki resistansi yang tinggi.
- Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.
Ilustrasi dari resistor Keramik dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Resistor Film Karbon.
- Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar.
- Nilai resistansinya dicantumkan dalam bentuk kode warna, Resistor ini juga sudah banyak digunakan dalam berbagai rangkaian elektronika karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki resistansi yang tinggi Namun untuk masalah ukuran fisik resistor ini masih kalah jika dibandingkan dengan resistor keramik.
- Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.
Ilustrasi dari resistor Film Karbon dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Resistor Film Metal.
- Resistor film metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai resistor film karbon, Resistor ini tahan terhadap perubahan temperatur.
- Resistor ini juga memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi yang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1% atau 5%.
- resistor film metal ini memiliki 5 buah gelang warna, bahkan ada yang Enam buah gelang warna.
- Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki empat buah gelang warna.
- Resistor film metal ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian-rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti alat ukur.
- Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.
Ilustrasi dari resistor Film metal dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
2. Resistor Variabel.
Resistor variabel variable resistor atau varistor adalah resistor yang nilai tahanannya dapat berubah atau dapat diubah. Ada bermacam-macam resistor variabel, diantaranya adalah.
Potensiometer.
- Potensiometer adalah resistor tiga terminal yang nila tahanannya dapat diubah dengan cara menggeser untuk potensio jenis geser atau memutar untuk potensio jenis putar tuasnya.
Ilustrasi dari Potensiometer dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Trimpot.
- Trimpot adalah potensiometer yang cara mengubah nilai tahanannya atau dengan cara mentrim menggunakan obeng trim.
Ilustrasi dari Trimpot dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
3. Resistor Non Linear.
- Resistor ini pada umumnya dipengaruhi oleh yang tidak linear yakni sistem yang tidak memenuhi prinsip super posisi, Yaitu:
- Cahaya.
- Suhu.
- Tegangan.
Resistor non linear jenisnya ada empat, diantaranya adalah:
- PTC.
- NTC.
- LDR.
- VDR.
1. PTC Positif Temperature Control.
- PTC termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu.
- Nilai hambatan PTC saat dingin adalah sangat rendah, tetapi saat suhu PTC naik maka nilai hambatannya juga ikut naik.
Ilustrasi dari PTC dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
2. NTC Negative Temperature Control.
- NTC juga termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu, tetapi NTC kebalikan dari PTC.
Ilustrasi dari NTC dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
3. LDR Light Dependent Resistor.
- LDR adalah merupakan resistor pekacahaya atau biasa disebut dengan fotoresistor, dimana nilai resistansinya akan menurun jika ada penambahan intensitas cahaya yang mengenainya.
Ilustrasi dari LDR dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
4. VDR Voltage Dependent Resistor.
- VDR adalah singkatan dari Voltage Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor tidak tetap yang nilai resistansinya akan berubah tergantung dari tegangan yang diterimanya.
- Sifat dari VDR adalah semakin besar tegangan yang diterima, maka nilai tahanannya akan semakin mengecil, sehingga arus yang melaluinya akan semakin besar, dengan adanya sifat tersebut maka VDR akan sangat cocok digunakan sebagai stabilizer bagi komponen transistor.














Belum ada Komentar untuk "Resistor"
Posting Komentar