Karakteristik umum saluran Transmisi
25 Jun 2020
Tulis Komentar

Pusat-pusat listrik juga disebut sentral-sentral listrik, Terutama yang menggunakan tenaga air biasanya jauh letaknya dari tempat-tempat dimana tenaga listrik itu digunakan.
Karena itu tenaga listrik yang di bangkitkan harus disalurkan melaui kawat-kawat atau saluran-saluran transmisi.
Saluran-saluran ini membawa tenaga listrik dari Pusat-pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau Pusat-pusat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke pusat-pusat beban baik langsung maupun ke saluran-saluran penghubung gardu-gardu induk (substations) dan gardu-gardu rile (relay substations),
Saluran transmisi dibedakan sesuai tegangan sebagai berikut:
- Saluran yang bertegangan dari 230kV sampai 765kV dinamakan saluran Extra High Voltage (EHV).
- Saluran yang bertegangan diatas 765kV dinamakan saluran Extra High Voltage (UHV).
Ada 2 kategori saluran transmisi yaitu:
- Saluran udara Over Head Line.
- Saluran tanah Under Ground.
1. Over Head Line.
- Menyalurkan tenaga listrik melalui kawat-kawat yang di gantungkan pada tiang-tiang Transmisi dengan perantaraan isolator-isolator.
2. Under Ground.
- Menyalurkan tenaga listrik melalui kabel-kabel bawah tanah Kedua cara penyaluran mempunyai untung ruginya masing-masing, di bandingkan dengan saluran udara, saluran bawah tanah tidak terpengaruh oleh cuaca buruk ataupun tiupan angin, bahaya, petir dan sebagainya.
Lagi pula saluran bawah tanah lebih Estensis (indah) karena tidak tampak, alasannya akhir-akhir ini saluran-saluran bawah tanah lebih disukai di Indonesia terutama di kota-kota besar, Namun biaya pembangunannya jauh lebih mahal daripada saluran udara dan perbaikannya lebih sulit bila terjadi gangguan hubungan singkat atau kerusakan-kerusakan lainnya.
Belum ada Komentar untuk "Karakteristik umum saluran Transmisi"
Posting Komentar