Petir
25 Jun 2020
Tulis Komentar
Petir atau halilintar ialah suatu gejala listrik di atmosfir, gejala ini timbul kalau terjadi banyaknya kondensasi dari uap air dan ada arus udara naik yang kuat.
Karena kondensasi akan timbul titik air, titik-titik air ini terbawa oleh arus udara naik.
Titik-titik air kecil naik lebih cepat dari pada yang besar, jadi akan terjadi gesekan antara titik-titik air itu.
Gesekan ini akan menimbulkan awan yang bermuatan listrik, Kalau muatannya terus bertambah dan lama-kelamaan kuat medan antara awan itu dan bumi akan menjadi sedemikian besar sehingga terjadi pelepasan muatan terhadap bumi.
Pertama-tama akan terjadi suatu pelepasan awal ini membentuk saluran awan dan bumi, Dalam saluran ini kemudian terjadi pelepasan utamanya yang di iringi dengan gejala cahaya, yaitu sinar kilat.
Sinar kilat ini tediri dari sejumlah pelepasan bagian yang susul menyusul dengan cepat serta mengikuti saluran yang sama.
Pelepasan -pelepasn itu berlangsung dengan cepat 3.10 km/s, arus-arus yang timbul dapat mencapai 30-60KA, bahkan lebih.
Akan tetapi arus ini berlangsung sedemikian singkat hingga kalau mengalir melalui penghantar 2,5 mili meter maka penghantar ini akan menjadi lebur.
Energi sangat besar ini menjadi bebas karena pelepasan-pelepasan itu, dan diubah menjadi panas dan diserap oleh tanah.
Bahaya Sambaran Petir
Petir akan selalu mencari jalan yang paling mudah ke tanah, misalnya lewat lapisan-lapisan udara yang lembab dan terionisasi.Bangunan bangunan tinggi, cerebong asap, menara dan pohon-pohon tinggi paling besar kemungkinan nya kena sambaran.
Pengamanan terhadap sambaran petir terutama perlu untuk:
- Bangunan-bangunan yang sangat tinggi dan bangunan bangunan yang letaknya terpencil.
- Bangunan-bangunan yang atapnya mudah terbakar.
- Bangunan-bangunan yang menyimpan bahan bahan yang dapat meledak atau mudah terbakar.
- Bangunan-bangunan yang banyak dikunjungi orang banyak seperti gedung pertunjukan, rumah rumah ibadah, dan sebagainya.
- Bangunan-bangunan vital seperti pusat listrik, rumah pompa untuk saluran air minum dan selainnya.
Instalasi Penangkalan Petir
Pemasangan instalasi penangkal petir tidak menambah atau mengurangi kemungkinan kena sambaran petir, akan tetapi kalau kena sambaran petir akan disalurkan ke tanah atau ground lewat instalasi penyalur sehingga bangunan dan isinya terlindung.- Penangkap ini dapat berupa batang logam runcing, ujung vertikal suatu saluran atau kawat penangkap horisontal.
- Penangkap penangkap trsebut harus di pasang di tempat-tempat yang paling besar kemungkinannya kena sambaran petir, Tempat-tempat itu ialah bagian-bagian yang menonjol, seperti cerebong asap, pucuk menara dan sebagainya.
- Saluran-saluran ini menghubungkan penangkap dengan elektroda tanah, Saluran turunan harus dipasang sepanjang bubungan dan pinggiran atap bangunan, di sudut-sudut bangunan, saluran nya dipasang turun kebawah saluran-saluran tersebut harus melindungi bangunannya seperti sangkar bangunan yang terdiri dari beberapa bagian misalnya bangunan dengan menara, bangunan rumah-rumah plat dan sebagainya harus di anggap satu kesatuan.
- sambungan-sambungan ini adalah sambungan las, klem dan sebagainya antar penangkap dan saluran turunan, atau antara saluran dengan saluran yang lain dan elektroda tanah.
- Sambungan-sambungan ini di buat dalam saluran turunan dan dapat dilepas untuk mengukur tahanan pentanahan-pentanahan elektroda tanah.
- Bagian ini terdiri dari saluran pentanahan dan elektroda tanah, dan elektroda-elektroda tanahnya dihubung-hubungkan secara permanen menjadi satu kelompok.
Belum ada Komentar untuk "Petir"
Posting Komentar